Kesadaran Melestarikan Lingkungan

0
COM
          Melestarikan Kehidupan yang Lebih Sehat

            Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang terpadat ke empat dunia dengan total penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya mendorong tingginya kebutuhan dan pelaksanaan pembangunan untuk mencapai angka layak hidup di masyarakat. Peningkatan aspek-aspek kehidupan yang dilaksanakan dengan target peningkatan setiap tahun di Indonesia, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kepadatan penduduk di Indonesia menjadikan negara ini memiliki angka kebutuhan hidup yang tinggi pula.  Namun, seiring dengan peningkatan berbagai sektor tersebut muncul pula berbagai dampak negativ pada lingkungan hidup masyarakat. Seperti eksploitasi lingkungan yang berlebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau pencemaran limbah industri yang belum mampu diolah dengan tepat sudah terlihat jelas akan sangat merugikan penduduk setempat. Akhirnya, kesejahteraan dan kemakmuran penduduk yang di prioritaskan justru menurun akibat adanya dampak buruk pada lingkungan hidup masyarakat.

Gambar Ilustrasi: Penduduk di Indonesia
Sumber: http://katabanten.com/wp-content/uploads/2015/09/penduduk.jpg

            Seiring dengan tingginya lonjakan angka pertumbuhan penduduk, maka pembagunan di sektor industri sebagai penyokong kebutuhan hidup masyarakat akan meningkat pula. Namun, pembangunan juga dapat menurunkan kualitas kesehatan masyarakat akibat pencemaran dari limbah industri dan rumah tangga. Hal ini karena penggunaan bahan-bahan logam berat atau senyawa kimia pada industri tersebut. Pencemaran lingkungan akibat penggunaan logam berat di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya proses industrialisasi. Berbagai kasus pencemaran lingkungan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab telah mengakibatkan banyak kerusakan lingkungan seperti kematian masal biota perairan, buruknya kualitas udara, tanah, dan perairan, serta terjadinya kasus kematian akibat keracunan logam berat.
            Pencemaran logam berat yang terjadi di tanah, selanjutnya akan mencemari hasil-hasil pertanian. Sedangkan pada lingkungan perairan akan meracuni ikan, air minum atau  PDAM, air-air sumber irigasi yang selanjutnya juga akan mencemari tanaman hasil pertanian. Sedangkan di udara, bahkan manusia akan bebas dengan langsung menghirupnya. Padahal, logam berat yang mencemari lingkungan sangat membahayakan kehidupan manusia. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya rasa mual, pusing, iritasi pada kulit, gangguan pernafasan, kanker, serta kematian pada kasus tertentu. Salah satu contoh kasus terkenal akibat pencemaran logam berat yang terjadi pada manusia yaitu kasus Minamata di Jepang pada tahun 1950an. Fenomena  yang terjadi pada kasus ini dikenal dengan Sindrom Minamata, dimana r atusan orang mati akibat gejala kelumpuhan syaraf. Kasus tersebut terjadi akibat adanya bahan pencemar yang mengandung methyl mercury yang mencemari ikan-ikan hasil tangkapan nelayan setempat. Pencemaran yang terjadi berasal dari limbah industri yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di daerah tersebut.

Gambar: Salah satu contoh sungai tercemar
Sumber: http://www.mongabay.co.id

            Tingginya pencemaran yang terjadi di negara kita, penting sekali untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya limbah logam berat ini. Beberapa oknum pemilik industri yang kurang bertanggung jawab membuang limbah hasil industri yang dihasilkan begitu saja ke lingkungan. Hal ini sudah tentu akan berbahaya bagi manusia apalagi jika terpapar salah satu logam berat yang dikandungnya dikandugnnya dalam waktu yang lama. Padahal, kebanyakan lokasi perindustrian sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Teguran, pemberian surat peringatan, denda perusahaan, atau pencabutan izin usaha adalah cara yang tepat dilakukan oleh pihak yang berwajib kepada pihak yang semena-mena membuang begitu saja limbah sisa-sia industrinya ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Diharapkan dengan demikian efek jera pada oknum pelaku industri yang masih beroperasi.
Untuk mengatasi pencemaran logam berat yang mencemari lingkungan, dapat dilakukan salah satunya dengan cara fitoremediasi atau menggunakan tanaman untuk menyerap berbagai macam polutan. Penanaman pepohonan di lingkungan industri diharapkan mampu menekan jumlah polutan yang ada diudara. Sehingga kualitas udara dapat menjadi lebih baik. Pada limbah buangan hasil industri seharusnya diolah terlebih dahulu guna mengurangi sisa kandungan logam berat dan senyawa kimia lainnya sebelum dibuang ke lingkungan.

Dengan tingginya kesadaran manusia di berbagai pihak, seharusnya kesejahteraan penduduk di negeri ini dapat ditingkatkan. Bukan seperti keinginan untuk pemenuhan kebutuhan hidup dalam negeri namun banyak hal buruk seperti pencemaran lingkungan yang terjadi. Dengan sadarnya masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, maka kesejahteraan hidup akan selangkah lebih mudah untuk dicapai. Karena lingkungan adalah sumber kehidupan, sudah seharusnya kita menjaganya. 

HUTAN DAN SUNGAI SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH UNTUK KEHIDUPAN

0
COM
Air minum merupakan kebutuhan setiap mahluk hidup khususnya manusia. Untuk dikonsumsi pada kehidupan sehari-hari tentu saja, kita harus memperhatikan kualitas dan kuantitasnya sebelum membeli. Dimana hal ini pnting untuk ibu-ibu rumah tangga untuk menunjang kebutuhan lain bagi keluarganya.
Pada umumnya, air gallon dibedakan menjadi dua yaitu gallon isi ulang pada depo air minum yang tanpa merk (airnya), dan yang isi ulang melalui agen air mineral resmi. Dulu biasanya sewaktu saya masih tinggal di Surabaya, untuk memasak menggunakan air isi ulang biasa dan untuk minum langsung menggunakan air mineral resmi dari agen merk tertentu. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran tentunya. Sudah barang biasa air di kota mahal karena memang jauh dari sumbernya.
            Bukankah hal ini berbeda dengan negara-negara maju diluar sana? Seperti Jepang, Amerika, dan negara-negara lainnya. Air minum bisa langsung diambil dari kran, tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Meski negara mereka belum tentu memiliki banyak sekali sumber air seperti negara kita, namun tehnologi mereka jauh sekali diatas Indonesia. Sementara di negara kita, distribusi air minum yang berakualitas masih terpaku dari ketersediaan air kemasan yang dijual oleh berbagai pihak swasta.  
            Minimnya sumber air bersih layak konsumsi menjadi hal viral untuk kehidupan kita. Kini sudah banyak sumber mata air yang mulai mengering. Sungai-sungai di daerah pegunungan airnya sudah tak lagi mengalir dengan deras. Kegiatan manusia membuat persediaan air dibumi semakin berkurang. Bersamaan dengan hal tersebut, kita tinggal menunggu terus naiknya harga jual air minum di negeri kita.

BERKURANGNYA KAWASAN HIJAU
            Bukan hanya di kota. Didaerah pegunungan pun kawasan hijau mulai berkurang. Kegiatan seperti penebangan liar diarea serapan air, pembukaan hutan untuk area pertanian atau pemukiman tanpa memperhatikan tumbuhan yang mampu menyerap air kedalam tanah banyak dijumpai di daerah pegunungan ataupun pedesaan.  Penebangan yang mereka lakukan terhadap pepohonan yang selama ini menjadi penyeran air dalam tanah tidak disertai dengan penanaman kembali pohon yang memiliki kemampuan serupa untuk menjaga keberadaan air dalam tanah.
Bahkan penggundulan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tidak membuat masyarakat sekitar tersadar. Fenomena “ilegal logging” tersebut banyak juga yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Hukum yang ada bahkan tidak membuat mereka kapok untuk terus menerus merusak hutan. Sumber daya alam yang masih bisa dibilang bisa banyak dijumpai di sekitar mereka, membuat mereka tak sadar bahwa apa yang mereka lakukan tersebut merugikan semua pihak, termasuk satwa yang ada didalamnya.
Berkurangnya jumlah pohon dapat menyebabkan dampak negatif bagi kita. Daerah serapan air yang semakin sedikit, akan menyebabkan air hujan tidak bisa masuk kedalam tanah, dan mengalir begitu saja. Hal ini bisa menyebabkan erosi, bahkan longsor saat air yang mengalir dipermukaan tanah terlalu deras. 

Salah satu contoh Ilegal logging
Gambar: http://www.ens-newswire.com/

PENCEMARAN SUNGAI
Nyatanya air untuk  minum ataupun untuk kehidupan sehari-hari, juga sulit didapat di pedesaan. Kenapa?  Banyak hal sebabnya. Kekeringan, pencemaran sumber air adalah dua hal menjadi momok di masyarakat desa saat ini. Bagaimana tidak, sebagai contoh di Ponorogo didesa tempat saya tinggal, sudah tidak ada lagi sungai-sungai yang bersih dari sampah. Popok, pembalut dan plastic adalah penyusun utama sampah yang mengotori air sungai. Mandi di sungai, atau mencuci? Tentu saja sudah tidak elok lagi dipandang, dan tak pantas dilakukan tentunya.
Menurut saya lima tahun terakhir adalah masa gencar-gencar masyarakat membuang sampah disungai. Kini jembatan tak lagi indah, hanya tercium aroma sampah. Sampah lain yang mengotori aliran sungai adalah air bekas cucian kotoran sapi, dan bangkai ternak yang dibuang seenaknya saja oleh pemiliknya. Kesadaran masyarakat atas pentingnya sungai sebagai penyokong kehidupan, meskinya ada sampai kapanpun.

sumber: dnaberita.com

Selain sampah adalah limbah-limbah cair yang banyak dibuang begitu saja ke perairan. Limbah industri, limbah sisa pertanian, adalah sumber pencemar yang paling membahayakan biota yang ada di dalamnya. Selama ini banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sungai adalah tempat sampah. Pembuangan limbah dengan skala besar taupun tanpa pengolahan terlebih dahulu menjadi penyumbang racun terbesar untuk lingkungan perairan di negara kita.

Gambar: Pembuangan limbah pencemar
sumber: hijauku.com

LALU, BAGAIMANA..??
            Anugerah terbesar yang dimiliki masyarakat Indonesia sesunggguhnya adalah memiliki negeri yang kaya raya ini. Sumber air, kekayaan laut, hasil-hasil pertanian yang melimpah, menyediakan keanekaragaman pangan yang luar biasa. Negara kita yang kaya, adalah tinggal cerita.Kebiasaan warga kita yang konsumtif, rasa malas untuk mengolah dan memelihara alam, adalah generasi yang sekarang hidup di Indonesia.  Tidak tahu kapan kita akan sadar untuk menghargai alam dan melestarikannya. Memandang kembali pedesaan yang hijau dan sungai-sungai yang bersih mengalir hingga ke hilir.
            Mungkin jika tidak kita mulai dari hari ini untuk lebih mencintai, menghargai dan menyayangi alam kita, besok kita akan menyaksikan negeri kita menjadi gersang. Hutan yang ita gadang sebagai paru-paru dunia, sudah berlalu. Ikan-ikan yang cantik yang kita miliki di laut kita, akan menghilang karena limbah yang kita buang ke perairan.

Ilustrasi
sumber: rumahair.org

            Terus melestarikan hutan dan menjaga kebersihan lingkungan perairan akan mendukung tersedianya air bersih untuk kehidupan kita. Impian negara kita untuk bisa mendapatkan air keran yang bisa langsung diminum tanpa harus dimasak menunggu kita saat kita bisa menjaga alam kita sebagai penyedia air bersih. Mari kita jaga hutan dan perairan kita, karena dari sanalah air yang kita konsumsi berasal. 

Beraksi Dalam Aksi Donor Darah

0
COM
“Ketika Setetes Darah Anda Menyalamatkan Jiwa Sesama”

          Donor darah, tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Merupakan salah satu kegiatan menyumbangkan darah seseorang  bagi seseorang  lainnya yang membutuhkan. kegiatan donor darah memberikan andil besar di dunia medis seperti membantu korban perang, korban kecelakaan, atau kondisi lainnya yang membutuhkan sumbangan darah dikarenakan hilangnya darah dalam tubuh dalam jumlah yang banyak. Mungkin, sudah tak terhitung hingga saat ini berapa nyawa yang mampu diselamatkan karena adanya aksi donor darah ini. 
         Aksi donor darah sendiri di Indonesia dimotori oleh PMI alias Palang Merah Indonesia.  Saat ini PMI banyak memfasilitasi aksi donor darah lainnya seperti mobil donor darah, yang banyak kita jumpai di jalan-jalan di kota besar, di sebuah acara amal, di taman pada hari libur, di area Car Free Day, di sekolah-sekolah, di kampus, dan banyak lagi. Ketika kita ingin menjadi donator tinggal mendatangi tempat donor terdekat tersebut. 
       Unit dari PMI yang ditunjuk langsung adalah Unit Donor  Darah, dan biasanya dikenal dengan singkatan UDD. Jika dihitung, banyak sekali UDD di Indonesia yang  ada hingga pelosok nusantara. Salah satunya adalah di kampong saya, di sebuah kecamatan yang jauhnya sekitar 25 km dari kota. Dimana jika kita ke kota harus melawati hutan beberapa kali. Terbayang pasti, ketika kita datang ke PMI  hendak mendonorkan darah, harus melawati perjalanan yang terlalu lama. Untung saja, saat ini pelayanan fasilitas donor darah dari PMI  sudah bisa menjamah tempat saya.
       Tepatnya di kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.  Jarak kecamatan kami dari kota memang  jauh. Namun, jika saya hendak mendonorkan darah saya, saya tak perlu repot ke PMI  di kota. Berkat  kerjasama antara Gerakan Pramuka kecamatan Sooko dan PMI cabang Ponorogo, kini sudah lebih dari 10 tahun secara rutin warga Sooko yang mendonorkan darahnya tidak harus pergi ke PMI cabang yang ada jauh di kota.  PMI secara periodik setiap tiga bulan sekali rutin mengadakan kegiatan Donor Darah di pendopo kecamatan.  Dengan sasaran donator adalah semua elemen masyarakat antara lain pedagang, petani, peternak, pegawai dan lainnya, aksi donor darah rutin di tempat tinggal saya merupakan salah satu kegiatan sosial yang hingga kini selalu dinantikan oleh para tetap setiap tiga bulannya.





Salah satu kegiatan donor darah oleh PMI Ponorogo di Kec. Sooko
sumber: https://www.facebook.com/dkr.sooko


         Kegiatan diatas adalah salah satu aksi yang begitu mulia sekali. Jika semua masyarakat tergerak hatinya untuk berpartisipasi sebagai donator, akan sangat banyak pasien dirumah sakit yang mungkin seharusnya tidak perlu kehabisan darah hingga harus meninggal karena menunggu transfuse darah yang tak kunjung didapatkan. Karena mungkin di lain tempat saudara kita, meskipun yang tak kita kenal sebelumnya merasakan manfaat yang begitu besar dari sekantong darah yang kita sumbangkan. Oleh karena itu, mari kita menyumbangkan darah kita. Marilah kita berbagi kebaikan, memberi manfaat untuk orang lain.  Karena  “Setetes Darah Anda Menyalamatkan Jiwa Sesama”